Melihatnya di sudut meja mungil
terangkat lengan bahu merapatkan cangkir ke tepian bibir tipisnya
duuuh betapanya pemandangan klasik nan unik malam ini ku dapati
lengan bahu yang begitu putih bak salju berpadu bibir tipis nan syahdu
gerai rambut legamnya terbiarkan melambai seakan memanggilku
[ke sini mas,,,,temani aku,,,,hehehehe,,,]
Kian lengkap keelokan rupa raganya
dengan jenjang kaki yang laksana padi menguning di hamparan kota
dengan rok mini kau tumpukan sebelah kakimu di atas pahamu
hmmm begitu sempurna menggoda posemu kulihat malam ini
di bawah sadarku ada yang kencang berdetak di dada
ialah jantung ini yang seakan ingin meloncat dari ragaku
Sayup-sayup ku dengar tawa cekikikanmu
begitu lembut memanja rayu suaramu namun penuh palsu
seakan ingin ku rekam ku jadikan suara dendang tidurku
sekali lagi kau hirup kopi dalam cangkir kecilmu
seketika membasah gairah di tepian bibir mungil merahmu
sesaat melayang pikiran dalam angan nirwana nan indah
[Andainya ku jadi cangkir kopimu,,,,,,,,,,]
Denpasar
05-05-2011
[bayi solo show]



Tidak ada komentar:
Posting Komentar