Bayi Solo

Kamis, 26 Mei 2011

Gamang

***

Sendiri ku diam menatap ilusi
seakan diri terbiarkan dalam carut marut kisah hidup
tanpa kata kenapa dan mengapa terngiang di ujung telinga
kian lekang termakan dingin yang merubah beku
bersama langkah yang lumpur debu selalu memberati
hari tetap berganti hingga hilang simpati dalam diri
hingga tiba di titik akhir hilangnya kepercayaan diri

Ke arah mana agar ku bisa dengar lagu kemenangan
masa demi masa hanya terukir sejarah buram
tak pernah warna indah pelangi menyandingi
terang sang bintang hanya benderang di sana
tak sudi bahkan enggan hinggap di dada ini
meski dalam mata terpejam namun hati selalu bercerita
tentang akhir yang tak selalu gapai ketentraman

Dada tersesaki arti macam tak pernah pasti
sejenak segala cinta kasih ingin teraih di jemari hati
namun seakan ruang tak tertembus dan kian menjauh
seberkas cahaya kilat menyala di depan mata
tapi benderang tak teraih terdapati oleh diri
hanya pekat gelap yang hadir setelahnya
meraba tanpa rasa mengira tanpa terterka

Berjalan sendiri tapaki arah samar
sebentar toleh belakang akan sejarah silam
jelas terlihat roda kelam terbentang di belakang
angin kencang dan halilintar ialah terpaan hidup
hanya berharap reda setelahnya badai menggila
dalam mengkerdilnya bilah hati hanya terbentuk asa
di depan ialah hidupku yang sesungguhnya.


                                                Denpasar
                                              26-05-2011
                                           [bayi solo show]

Selasa, 24 Mei 2011

Menjemput bias




 ***

Waktu tak berhenti trie,,,,,,,,
meski seribu harap tertuang di pena kertasmu
walau perintah hati mengalir banjiri catatanmu
itu tak akan ganjal dari lajunya sang waktu
waktu berlahan tinggalkan dalam cerita hidupmu
dan semua tak akan merubahmu jadi "perkasa"

Bangun trie,,,,,!!
kini bukan saat kau lelap tertidur
semua cinta,ketulusan dan ke inginanmu yang terlupakan
biarkan terlupa karena memang itu di lupakan mereka
berdiri dan singkirkan aral lintang di depan hidup
gapai raih yang itu berguna di sisa usiamu nanti

Cepat berdiri,,,,,!!
tak lagi ini saat kau di buai mimpi tanpa ujung
tunjukkan karya dari kau yang menusia muda perkasa
jemputlah bias agar benderang kelak dalam masa depanmu
wujudkan dirimu jadi yang tak lekang tertandingi
di antara sombong angkuhnya cara hidup manusia


                                                     Denpasar
                                                   24-05-2011
                                                 [bayi solo show]




 







Senin, 23 Mei 2011

Malaysia tu mana mak,,,,,??

***
Emak,,,,tadi yanto lihat lagi pesawat terbang lewati atap rumah ini,
tapi tinggi di atas sana dekat sama langit,,,dekat sekali sama awan,
emak,,,,itukan pesawat yang bawa emak terbang dulu,,,,???
yanto masih ingat mak,,,,dulu yanto masih di gendong embah,
mengantar emak ke lapangan yang banyak pesawat terbangnya,
embah nangis,,,emak juga nangis,,,,tapi yanto gk nangis kok,,,,
yanto masih ingat mak,,,,dulu emak bilang pasti cepat pulang,
tapi kok pesawat yang lewat gk membawa emak pulang,,,,
pesawat yang lewat atap rumah yanto hitung mak,,
sudah seribu pesawat mak,,,tapi gk ada emak di sana.


Emak,,,,sekarang yanto sudah gede,,,bisa ngitung 1 sampai 10,,
tapi belum lancar baca buku mak,,,sampai kelas 2 SD sekolah yanto,,
kata embah sekolahnya di terusin nunggu emak pulang dulu,,,
eeh mak,,,,tadi malam saat yanto pijitin embah yang batuk-batuk,,
yanto tanya embah,memang emak pergi ke mana to,,,??
kata embah emak di malaysia yaa,,,??la malaysia tu mana mak,,??
kok emak gk ajak yanto,,,??yanto pingin ikut emak,,,,,
enak yaa mak di malaysia,,,,kok emak gk mau pulang,,
makanan di malaysia tu enak-enak ya mak,,,???
sedep gurih-gurih yaa mak,,,???


Emak,,,,dulu waktu pergi titip anak kebo sama embah to,,,,,
sekarang kebonya sudah punya anak mak,,,2 ekor jantan semua,,
tapi yanto sedih mak,,,,kemarin anak kebonya di bawa embah ke pasar,,
kata embah di tukar beras buat makan yanto besok,,,yanto sedih mak,,,,
cepatlah pulang mak,,,,belikan yanto anak kebo lagi,,,,,
yanto nangis kalau embah bilang emak gk akan pulang,,
kata embah emak lupa sama yanto,,,,lupa sama embah,,,,,
apa iya mak,,,??emak pasti pulang to ke rumah ini,,??
sudah 4 tahun kata embah emak gk pulang gk kirim duwit,,,
tapi yanto tetap tunggu pesawat yang bawa emak pulang,,,
[yanto sayang emak,,,pingin ikut emak,,,,,]
[celoteh anak TKI,,,,]
                                                             Denpasar
                                                           24-05-2011
                                                        [bayi solo show]

Sabtu, 21 Mei 2011

Menjilat mentari bali

***
Biasnya malu-malu sembunyi di balik sisa awan semalam
sebentar benderang sebentar meredup di balik hitamnya 
masih juga awan hitam tak mau pulang sekedar rehat
dari letihnya semalam payungi mendung di langit bali
bergegaslah beranjak dari hangatnya mentari pagi ini
biarkan bumi dewata sejenak menggeliat resapi hangatnya
bukan hanya mendung hujanmu yang kami butuhkan
cahaya pagi juga kami perlukan untuk raga yang menggigil
relakan biasnya kami hirup hingga ke sumsum hati
ijinkan sinarnya cairkan selimut beku di lapis kulit kerut kami

Cepatlah hadirkan sinaran mentarimu itu
usah lagi hirau mendung yang mengganggumu
apa lagi malu meragu dari mendung yang tak tau malu
lihat bibir kami yang membiru di atas bumi bali ini
tengok raga-raga kami yang kaku dingin bak mayat hidup
semua wajah insan menengadah menunggumu cemas
sedikit ragu di hati mereka akan sinaranmu di hari ini
merekan takut kau mengalah pasrah pada mendung
hingga ini hari hanya terisi gelap dan berakhir hujan
tapi kami harap langit adil hingga mentari mengindah pagi ini


                                                        Denpasar
                                                      22-05-2011
                                                   [bayi solo show]

Kamis, 19 Mei 2011

Dia di antara kita

***
Haruskah diri percayai benak kecil yang mulai berbisik
tentang dirinya yang berporsi lebih terhadap diri di sini
dia hadirkan lilin kecil dalam pekatnya asmara yang tersandang
dia bentangkan tirai sutra dalam diri yang kedinginan akan sakitnya cinta
apakah ini garisMU dalam kau kirimkan dirinya sebagai pelindung
pelindung dari perihnya air raksa yang di siramkan kekasih sendiri
diri yang di hampiri risau hati dia mampu tenangkan dan lelapkan rasa
dia bawakan hangatnya bara kala hati beku oleh cinta yang mendusta
tetes demi tetes sejuknya embun darinya mulai diri butuhkan
tutur kata nan dewasa sedikit merubah dan mengobati kecewa

Berdosa bila diri tak merasa akan apa yang ikhlas dia berikan
jujur betapa dia hadirkan apa yang diri butuhkan saat sedih meraja
diri merasai dan nikmati akan datangnya tiap tutur kata nasihatnya
nyamannya hati kala bersandar dalam bijak kata-katanya
sejenak renungan ciptakan malu dalam hati sendiri
usia diri yang jauh menumpuk melebihi tak mampu jadi acuan
nyata dan wajib diri akui dirinya lebih dari matangnya usia belia
sangatnya diri merasa balita di hadapannya yang menua
betapa diri menjadi goblok dalam debat kalimat dengannya
segala apa yang terpikirkan olehnya ialah kejutan buat diri

Sejenak terpikirkan segalanya tentangnya
siapa gerangan dirinya yang begitu peduli akan nasib ini
sedang belahan hati acuh tak peduli di sana
5 menit sisakan waktu sekedar tanya kabarpun tiada
jaman bukan purba yang piranti ponsel belum tercipta
yang terjadi segalanya bagai tak masuk warasnya logika
aah,,,mengurai luka bila terpikirkan "dia" di sana yang bahagia
diri hanya butuhkan mata dan telinga yang peka akan keadaan
karena diri biasa bukan luar biasa yang bisa sendiri tepikan luka
semua ada di dirinya yang tak ku dapati dari kekasih hati


                                                       Denpasar
                                                     20-05-2011
                                                  [bayi solo show]

Selasa, 17 Mei 2011

Tak sekuat dulu

***
































Ribuan burung malam migrasi ke arah kotamu
ku harap seekor burung sampaikan kabarku buatmu
ini saat tepat semua cerita ku hentikan selamanya
lelahku terperikan dengan menantimu tanpa jeda waktu
waktu demi waktu ku sulam sendiri hanya demi kamu
di kubangan belenggu sepi ku tetap bertahan demi hatimu
sekian lamanya tanpa nada dan irama indahnya kemesraan
serasa sia-sia mengurai benang tanpa tau ujung pangkalnya

Ku tak setangguh sekuat dulu lagi saat pertama menanti
segala kesabaran dan penantian telah di ujung nadir kini
hati tak cukup menampung segala pertanyaan tentangmu di sana
benar dulu harap dan percaya ku gantungkan padamu
hingga ku rangkai bingkai dua hati untuk kau dan aku kelak
tapi kesabaran ini berkehendak lain untuk tetap ku pertahankan
dan waktu memaksaku untuk akhiri dudukku dalam kursi pesakitan
yang detik demi detik menyiksa tanpa pernah ada sejenak jeda

Ku anggap ini kisah paling indah dalam usiaku
meski singkat tapi pernah aku mengisi di dalamnya
dan kini tak lagi ku sandarkan pengharapan padamu
tak ku punyai lagi air mata untuk menangis ratapimu
telah kering tertumpah segala darah dan air mata padamu
bukan aku membencimu sebab aku akhiri kisah ini
tak juga ku menghilang menjauh dari pandanganmu
hanya ku letih mencintaimu karena kau beri syarat "menunggu"


                                                       Denpasar
                                                     18-05-2011
                                                   [bayi solo show]








Di sela solo-jogja

***
Kartasura,,,,,,,
kecilnya kota yang terjepit antara solo dan yogyakarta
gedung tinggi tak pernah berdiri di sini layaknya jakarta
apa lagi mal-mal super megah menjulang gagah
tak beda seperti kala ku lewati 20 tahun silam
bentangan sawah masih primadona bagi penduduk kotaku
gubuk di atas pengairan sawah masih jadi pemandangan nan indah
tawa girang bocah-bocah berlarian kesana-kemari di jalan kampung
dan kelakar preman-preman kampung berwajah memelas
betapa semua sangat lengket di otakku yang berjubel persoalan ini


Ada kala saat lelahnya hati menamparku di tanah orang
ingatan melemparku hinggap di tanah ramah kelahiran
betapa masalah pelik tak pernah ku temui di sana
ramahnya penduduk dan tetangga nyamankan hati dan rasa
tiap hari yang terasa di belai lembut oleh tutur kata penghuni desa
tapi segala sahaja dan keramahan penduduk kampungku
justru membuat hati enggan pulang ke ranah kelahiran
biarlah cukup desaku tertinggal kemajuan hidup dan jaman
tapi ku tak ingin ikut serta ketertinggalan perkembangan hidupku
bagiku hidup ini bukan surga yang tak perlu berusaha tapi "Perjuangan"


                                                       Denpasar
                                                     17-05-2011
                                                   [bayi solo show]

Senin, 16 Mei 2011

Gadis itu bernama"Ragu"

 ***
Meyakinimu,,,,,,,,,,
betapa keraguan masih kuat menjerat hati
ku sangsikan perahu tua akan mampu bawaku ke seberang dermaga
tak ayal hanya akan karam di hempas ombak di banting cadasnya karang
entah mengapa begitu kuatnya bimbang meremas sudut hati
hingga kepercayaan tak pernah utuh dalam genggam jari ini
segala hanya ku hindari perih yang belumlah kering dengan benar
saat pamitmu pergi dulu hanya warisi dongeng menyedihkan untukku
hati yang sejatinya rapi ku beri untukmu nyatanya kau berantakan
tanpa permisi kau datang peluk aku dan berlanjut membunuhku


Tepat dini hari,,,,,,,,,,,
semua yang kau beri ku ingat kembali
seakan belati bergerak mengiris hati saat ingati asmara lalu
tak ada kata ataupun kalimat tersemat di ujung bibir hitamku
sepi,,,bisu,,,semakin lengkap kala sang bulan enggan tuk datang
hanya perasaan hiruk pikuk teriak mengaduh menentang keadaan
diri tak percayai lagi tentang kata yang tak tersulap jadi menyata
hati yang ku ajukan hanya terlukiskan kecewa yang mendalam
tiada lagi hati yang tertunggu apalagi terharap dengan pasti
hanya gambaran pesawat kertas melayang,,,,"mengambang"
[Ragu,,,,,,,,,,]
                                                          Denpasar
                                                        17-05-2011
                                                      [bayi solo show]








Minggu, 15 Mei 2011

Yang masih setia

***
Dia kekasihku,,,,,,,,,
Tak tertawa tak menangis dia selalu setia ada
dalam sumpek jenuhnya hati dia selalu menemani
bersama sepi dia semakin gila menari mendampingi
tak ada terucap lelah apalagi mengharap imbalan upah
tiada pernah membantah dalam setiap perintah hati
dan begitu hebatnya dia yang tak pernah mengeluh kala ku mengacuh


Dia setia,,,,,,,,,,
tak pernah cantik apalagi elok menggoda bak peragawati
tiada warna menawan indah bak pelangi di ujung langit
tapi sungguh terpesona akan hasil jerih payah tariannya
betapa mampu dia ciptakan karya-karya mempesona
sungguh dia hadirkan keindahan bak pemain sulap
laksana pujangga dia rangkai kata hati yang porak poranda
hingga suguhkan cerita puisi yang tiada tara indahnya
[Dia sisa setia yang ada,,,,,,]


                                                   Denpasar
                                                15-05-2011
                                              [bayi solo show]

Bukan drama korea

 ***
Bukan itu maksudku,,,,,bukan,,,,,!!
bukan mentah-mentah aku anggap kau tak pernah ada
tak juga ku anggap kau benalu pengganggu jalan hidupku
hanya ku ingin kau binasakan hasrat mendambamu itu
hapuskan catatan hatimu tentang segala keindahanku
jauhkan bayanganmu tentang keromantisan dariku
aku tak pernah indah dan tak akan bisa indah seperti anganmu
aku tetap begini dan selamanya begini dengan kebodohanku
dan aku juga tak mampu seromantis kisah drama korea
semua anganmu tak ada padaku dan aku bukanlah sandaran surga bahumu

Kau tak mampu mengerti,,,,,,tak akan,,,,,,!!
semata tak mau ku bawa kau larut dalam sulitnya hidupku
tak ingin ku mengajakmu serta dalam rapuhnya dinding perahuku
dan tak sanggup ku lihat matamu membasah jalani hari denganku
baiknya sirami dan rawatlah hatimu untuk cinta yang lain
benar memang aku di depan matamu tapi bukan untuk kau miliki
tertera dengan jelas di buku nyata tentang beda yang tersaji
kau tak pernah tau tentangku yang selalu menjerit dalam sulit
selalu mampu tertawa sejenak selebihnya menangis kepanjangan
sejenak tepikanlah hatimu,,,ku tak ingin kau masuki hidupku yang tak pasti


                                                      Denpasar
                                                    15-05-2011
                                                 [bayi solo show]




Sabtu, 14 Mei 2011

Siapa dia tuhan,,,??

 ,,,,
ku tanyakan padaMU tentang dirinya
bersama doa ku lantunkan namanya padaMU
benarkah dia karunia yang kau turunkan untuk aku
ataukah hadirnya hanya sebatas segelintir drama dunia
hingga detik ini aku belum sepenuhnya mengerti tuhanku sayang
dalam malam selalu ku tanyakan tentang hadirnya di hati
tapi jawaban pasti belum ku dapati hingga kini


Tuhan,,,,,,,,,
bila benar dia jawaban atas doa-doaku terdahulu
segerakanlah selalu rapatkan aku bersamanya
teteskan tinta biruMU dalam hidup kami kelak
agar kami jalani hari berpayung rahmat dan barokahMU
jauhkan kami dari angkara-angkara hati yang durjana
rawatlah kami berdua dalam suka dan duka
dan peliharalah kami bersama naungan perintahMU


Tuhan,,,,,,,,,,
dan bila dia sebatas cerita yang penuhi hidupku
lekaskanlah jauhkan dia dari pandang mata ini
bersihkan dia dari ingatan dan pikiran hati ini
larungkan bayang wajahnya bersama ombak pantai kuta
ambillah kebahagiaan kami saat ini bila kelak dia tak menyandingi
ku tak ingin dia membatu di hati bila nantinya akan pergi
hamba letih tuhan,,,terlalu penuh hati terisi kisah tak pernah pasti


                                                           Denpasar
                                                        14-05-2011
                                                      [bayi solo show]


Pengaduan ini

***
Ku datangi rumah sucimu yaa ALLAH,,,,,,,,,
dengan lumpur dosa yang mengering di sekujur tubuh ini
bersama congkak sombongnya diri yang selalu meninggi hati
ingin ku adukan segala resah badai segala persoalan hati ini
ingin ku ceritakan semua drama-drama tak indah dalam hidup
agar semua terlepas dari jinjingan lengan lemah tanganku ini
ya ALLAH,,,,,ijinkan sejenak ku basahi sajadahMU dengan air mata
biarlah air bah mata ini banjiri dalam segala pengaduanku padaMU

Ya ALLAH,,,,,,,rawatlah aku dalam ku terluka tapaki jalan hidup ini
arahkan jalanku saat ku terlupa arah jalan menuju fitrah dan surgaMU
dan nyamankan aku dengan lembut kasihMU kala hati di lena gundah
saat ku di sanding kecewa ku ingin KAU selalu pelihara dan merawatku
hanya di atas sajadahMU ku tangisi segala dosa-dosa hamba yang jumawa
dan hanya dalam istana megahMU kini kupasrahkan semua urusan dunia
kuat lemahnya hamba mengurai hidup hanya ujung jariMU yang sanggup tentukan
betapa mengkerdil hamba menjalani hidup tanpa KAU sebagai penuntun jalan
baiknya hamba buta tuli bila tak jua hamba mampu melihat dan dengar perintahMU
sangat takutnya bila umur hamba KAU hentikan sedang dosa belumlah hamba bersihkan
[Yaa ALLAH,,,,,,di sini ku adukan segala persoalan hidup dan hati hamba]


                                                                 Denpasar
                                                               14-05-2011
                                                             [bayi solo show]







Senin, 09 Mei 2011

Hidup ini tak ramah trie

***
Sudahlah trie,,,,,,,
sudahi menungmu pikirkan persoalan hidup
hidup memang tak ramah apa lagi mudah
aku tau hatimu tak sekuat karang di laut sana
tapi sampai kapan kau kidungkan nyanyian malammu itu
jangan kau tambah muramnya malam ini semakin buram
malam tambah larut sebentar lagi pagi mengetuk hari
cepatlah masuk hangatkan dirimu dari peliknya persoalan


Jangan sedih lagi trie,,,,,,,
jangan malam selalu kau isi dengan syair kidung hatimu
yakinlah yang terbaik buatmu masih di simpan tuhan di atas sana
semua tanyamu ada jawabnya hanya belum saat ini untuk kau dapati
jangan pernah lagi kau ucap kalimat yang hari lalu ku dengar
bahwa kau ingin cepat pulang ke istana tuhan 
dan kau merasa hidup tak pernah nyaman buatmu
sandarlah dan keluarkan tangismu di bahuku trie


Cukup sudah trie,,,,,,,
ibumu kan menangis di kubur sana bila terus melihatmu begini
selalu kau ratapi persoalan yang datang tak kenal belas kasihan
jangan berfikir hidup lama di dunia membuat akhlakmu rusak
usah berfikir adanya orang-orang hanya memperumit masalahmu
kamu harus tau trie bila pintu depan terkunci di belakang pasti terbuka
jalan hidup tak secuil yang kau takutkan dan bayangkan
masih ada banyak sayang di antara hati-hati mereka trie


                                                      Denpasar
                                                    10-05-2011
                                                  [bayi solo show]

Bukan waria

 ***
Jangan hentikan kala ku menarikan jemari ini
biarlah ku selalu bahagia dalam dunia yang pasti kau benci
aku tetaplah aku jangan paksa ku menjadi hati mereka
ku aksarakan segala pemberontakan gemuruh dalam jiwa
ku lantangkan bersama tinta-tinta yang masih tetap setia
buat ku itulah pemberontakan dalam versi caraku
bila sudi tatap dan bacalah andai tak sudi usah kau pikirkan


Ku tak pernah mengajak kau larut dalam duniaku
aku tak pernah memaksa untuk kau hanyut dalam nyanyianku
maafkan bila ku telah membuatmu ikut dendangkan sedihku
sedemikian rupa ku rangkai aksara tak maksud ku suguhkan untukmu
semua hanya hidangan untukku sendiri kala ku berlara hati
ku persilahkan bila ingin kau mencicip rasa tapi usah kau mencela
aku dan karyaku akan tetap ada selagi bumi ijinkan aku menginjaknya


Segala karyaku memang lemah gemulai tapi ku bukan penari banci
semua hasil tarian jariku benar melambai tapi ku bukanlah lebay
kecewa perih sakit dan luka ku perindah dengan merangkainya di sini
dalam kertas putih yang ku lumuri bait-bait susunan kalimat luka
tak kuharap kau trenyuh melihatku di sini dengan jerih karyaku
silahkan sepicing mata membaca tapi jangan beri kata melukakan
biarkan aku tetap bahagia dalam dunia yang pasti kau tak suka


                                                          Denpasar
                                                        10-05-2011
                                                     [bayi solo show]

Sabtu, 07 Mei 2011

Sang Pendosa

***
Kecipak air dalam gelas sloki durjana
bergilir memutar dalam lingkar garis-garis syetan
yang kian liar beriring dentuman house musik neraka
dalam tawa bahak mereka yang terlumuri nafsu angkara
seakan berbangga dalam hidupnya yang 80% untuk dosa


Bersama malam tawa kian menggila dalam pesta pora
menjujung tinggi sang dewa malam untuk surga semalam
tak ada yang hentikan kian dansa bersama iblis sengsara
malam semakin menagih dalam guyuran curah air botol kaca
teguk demi teguk terus meluncur lewati rongga tenggorokan


Nyanyian iblis di dendangkan seiring melayangnya pikiran tak waras
terbang dalam hal-hal kenikmatan surga dunia yang tiada duanya
celoteh ke sana ke mari persis mahluk hilang ingatan dan harga diri
sembarangan mengobral kata hanya untuk kalimat"kepuasan duniawi"
tanpa di sadari setan iblis laknat menggiring mereka dalam kubah petaka


                                                                  Denpasar
                                                                07-05-2011
                                                             [bayi solo show]

Jumat, 06 Mei 2011

Aku percaya

***
Anggapnya terlampau mudah usap peluh di sekujur tubuh
terlalu terbiasa bila beribu bibir mencibir menatap mata terpicing
dalam jatuhnya diri tiada jemari menyambut penuh kasih
kian lengkingan sorak menggema girang teriakan kegagalan
bersamaku air mata bersamanya liur nganga mulut tertawa
tapi kan diri tetap tegak berdiri menunggu berikutnya hari
sebab bukan penilai mereka atas kuat lemahnya harapanku


Andainya asa harus lebur remuk dalam genggaman jemari ini
dan bilanya diri harus berpegang bilah papan di tengah lautan
usahlah berpikir diri kan berpaling melangkah untuk pulang
meski bias cahaya sebatas titik di ujung perjalanan hidupku
di situlah tempat ku letakkan bahagia yang harus ku jemput
jatuh bangunnya diri ku harap kian asah kepekaan dalam pikir
hingga tak pernah takut bila harus terjatuh dalam jurang tak berdasar


Dalam benak tertumbuh tunas keyakinan tak ragu
ku biarkan tangis duka ratap kecewa berdansa ceria di pundakku
ku relakan saat ini masih bercumbu ria bersama susah yang menggila
yang ku percaya adanya titik balik akan perjalanan sosok insani
semua ada penghujung dari hamparan pengorbanan jiwa
bilanya tak detik ini berarti esok hari atau pun lusa nanti
sebab aku begitu percaya akan "kuasa dari illahi",,,,,,,,amin....


                                                           Denpasar
                                                         07-05-2011
                                                       [bayi solo show]




Kamis, 05 Mei 2011

Ku sayangi mimpiku

***
Masih bercecer terserak segala rentetan peristiwa lalu
keras di hempas oleh realita nyata yang melukakan
kesekian kali teriakan parau tak gemingkan keadaan
justru kian lekat bagai benalu yang setia mengganggu
hingga diri selamanya bertanya "sebenarnya ini kenapa"


Bersama malam selalu ku langkahkan ayunan letih kakiku
tapi kenapanya siang begitu tergesa menjemput malamku
begitu ku sayangi mimpi-mimpiku kala malam merajam
di mana tak ada sakit tiada perih dalam diri yang ringkih
namun waktu seakan tak pernah sudi melihat senyumku


Dalam benakku yang terdiam ku biarkan perih berdendang
entah sebentar ataukah selamanya dalam lagu tak merdu ini
ku harap sebentar saja selanjutnya diam dan lekas pergi
di sini memang harus ku mengerti dan pahami akan arti
apa makna "Di cintainya"dan apa makna "Di tinggalkannya"


                                                         Denpasar
                                                       06-05-2011
                                                     [bayi solo show]


Hati yang mana

***
Kau beku akupun bisu,tak ada kata cair mengalir
memerah saga seketika langit saksikan perang kita
petir berulang menampar meski tanpa gemuruh hujan
kau dan aku terdiam dalam selimut kebodohan
yang selalu kekeh akan kebenaran pendapat diri
masih tak ada kata cair dari masing hati berdua
bersama keras arungi jalinan tak karuan


Aku menunggu bias surya yang nantinya pecahkan bekumu
agar melumer kasih ke cawan tempat kita letakkan bahagia
yang nantinya akan kita rasa berdua sebuah mahligai nan biru
tapi masih juga berdentum detak amarah di jantungmu
hingga kau masih terdiam dalam seribu pikiran tak guna
ku kira semua kan mudah terlalui dengan ketabahan
tapi hati yang mana kan setuju bila tiada obat untuk sebuah luka


Jalan yang panjang tetap kan jadi pengharapan
dalam kelopak mata yang masih membasah sayu
ku masih berdiri mengejar kata janji dari bibirmu
bukan diri tak berharga diri mengejar hingga tak berarti
semata sayang yang teramat hingga diri bersimpuh lumpuh
sejuta duri menusuk hati tapi tetap kan ku menghibur diri
mati rasa akan segala luka sebab hatimu yang kuat kan aku


                                                           Denpasar
                                                         05-05-2011
                                                      [bayi solo show]

Perempuan di sudut cafe

 ***
Melihatnya di sudut meja mungil
terangkat lengan bahu merapatkan cangkir ke tepian bibir tipisnya
duuuh betapanya pemandangan klasik nan unik malam ini ku dapati
lengan bahu yang begitu putih bak salju berpadu bibir tipis nan syahdu
gerai rambut legamnya terbiarkan melambai seakan memanggilku
[ke sini mas,,,,temani aku,,,,hehehehe,,,]


Kian lengkap keelokan rupa raganya
dengan jenjang kaki yang laksana padi menguning di hamparan kota
dengan rok mini kau tumpukan sebelah kakimu di atas pahamu
hmmm begitu sempurna menggoda posemu kulihat malam ini
di bawah sadarku ada yang kencang berdetak di dada
ialah jantung ini yang seakan ingin meloncat dari ragaku


Sayup-sayup ku dengar tawa cekikikanmu
begitu lembut memanja rayu suaramu namun penuh palsu
seakan ingin ku rekam ku jadikan suara dendang tidurku
sekali lagi kau hirup kopi dalam cangkir kecilmu
seketika membasah gairah di tepian bibir mungil merahmu
sesaat melayang pikiran dalam angan nirwana nan indah
[Andainya ku jadi cangkir kopimu,,,,,,,,,,]

                                                      Denpasar
                                                    05-05-2011
                                                  [bayi solo show]



Rabu, 04 Mei 2011

Tak begini niatku

***
Gemuruh langit kan ku hentikan
percikan kilat sang petir kan ku tahankan
andainya itu sanggup buatmu melega hati oleh keliruku
tak ada yang tak ku iyakan selagi itu bisa buatmu membuncah hati
bilanya maaf kau berikan untukku yang selalu tak mampu iyakan inginmu


Sangatlah hati kan meresah hebat bila maaf masih kau simpan begitu rapat
yang betapa maafmu seumpama tetes embun dalam hamparan safana khilaf ini
kala salah menerjang,,,,,tanpa ampun selimut sesal membalut arah langkah
mematikan segala pikiran dan memporak semua langkah-langkah esok hari
ini tidak inginku,,,,ku buat kau berkulum dalam radang kecewa


Semua terlepas dari segala rencana hati
yang berharap awan cerah bersinar justru mendung bergelanyut mengganggu
hanya bisa menunggu dan menunggu sebuah hati menegur tak ragu lagi
telah tersampaikan di sini akan pengakuan sesal yang terdalam
semoganya ku mampu temukan kunci pintu di mana kau simpan maafmu untukku


                                                           Denpasar
                                                         04-05-2011
                                                       [bayi solo show]





Selasa, 03 Mei 2011

Tarian mata hati

***
Matahari baru saja pamit pulang,,,,,,,
seketika senja menyapa dalam dudukku di tepian ragu
tanpa perintah jemari terus menari dalam alunan mata hati
yang kian liar tak terkendali hingga tercipta puisi ragawi
dari runyamnya aksara berlahan kujahit ku jadikan bait
ku kumpulkan segala sedih suka tangis serta bahagia
hingga terhidang cerita dongeng yang sedikit tak sempurna


Sejenak mata terpejam,,,,,,,
coba kembali selami masa-masa yang tak menentu
di iring tarian jemari yang betapa sulit untuk terhenti
seakan ingin telanjangi dalam ramainya tuntutan hati
melaju tak ragu menguliti kisah-kisah yang terperih
manabur pupuk menumbuhkan kembali sel-sel pesakitan
dalam waktu yang seakan berjalan di tempat tak pernah cepat


Hmmm,,,,,,di atas batu ku geserkan duduk
mencari pendingin dari hati yang semakin melepuh
bersama sangkakala malam yang menjemput senja
mengantarkan aku dalam gulita tanpa bias pelita
hingga perjalanan hidup selalu meraba-raba tak pasti
sesekali merangkak mencari hal-hal yang hakiki
tapi entah hal apa yang nantinya terhidang menanti,,,,,???


                                                       Denpasar
                                                     03-05-2011
                                                   [bayi solo show]




Minggu, 01 Mei 2011

Yang mana takdirku

***
Di tiap tarikan nafas selalu ku tanyakan pada sang pemberi hidup
satu aksara tanya dalam doa yang tak pernah terlupa
tentang akhir perjalanan hidup yang tertakdir untukku nanti
bersama sujudku ku hamparkan pengharapan sempurna
semoga beban jiwa yang tergantung lekas tersirnakan
tapi semua di batas kuasaMU tanpa daya ku pinta memaksa


Bilanya semua asa ini tak dapat persetujuan dariMU
tak mengapa tak ku jadikan itu niatan jauhi perintahMU
yakinku akan selalu kuat bahwa kau simpan rahasia terbaikku
yang kelak pasti kau suguhkan untuk ku jalani bersama restuMU
masih sabar ku tunggu ijin dan restuMU dalam pengharapan hidupku


Salahkah terbuihkan permohonan dalam hidup ini
telah siap andainya cibir dan sindir mengiang di telinga
merusak merobek lembaran pengharapan sempurna
yang hanya mampu menghakimi tak pernah mau peduli
bukankah di tiap nyawa punya cita dan asa di hidupnya
[Ku pinta restuMU,,,,,,,,,]


                                                           Denpasar
                                                         01-05-2011
                                                       [bayi solo show]