***
Ribuan burung malam migrasi ke arah kotamu
ku harap seekor burung sampaikan kabarku buatmu
ini saat tepat semua cerita ku hentikan selamanya
lelahku terperikan dengan menantimu tanpa jeda waktu
waktu demi waktu ku sulam sendiri hanya demi kamu
di kubangan belenggu sepi ku tetap bertahan demi hatimu
sekian lamanya tanpa nada dan irama indahnya kemesraan
serasa sia-sia mengurai benang tanpa tau ujung pangkalnya
Ku tak setangguh sekuat dulu lagi saat pertama menanti
segala kesabaran dan penantian telah di ujung nadir kini
hati tak cukup menampung segala pertanyaan tentangmu di sana
benar dulu harap dan percaya ku gantungkan padamu
hingga ku rangkai bingkai dua hati untuk kau dan aku kelak
tapi kesabaran ini berkehendak lain untuk tetap ku pertahankan
dan waktu memaksaku untuk akhiri dudukku dalam kursi pesakitan
yang detik demi detik menyiksa tanpa pernah ada sejenak jeda
Ku anggap ini kisah paling indah dalam usiaku
meski singkat tapi pernah aku mengisi di dalamnya
dan kini tak lagi ku sandarkan pengharapan padamu
tak ku punyai lagi air mata untuk menangis ratapimu
telah kering tertumpah segala darah dan air mata padamu
bukan aku membencimu sebab aku akhiri kisah ini
tak juga ku menghilang menjauh dari pandanganmu
hanya ku letih mencintaimu karena kau beri syarat "menunggu"
Denpasar
18-05-2011
[bayi solo show]



Tidak ada komentar:
Posting Komentar