Kamis, 17 November 2011
Bunga kembang api
Diamlah di sana dan ku diam di sini
saling lewati lorong kosong tanpa ujung pencapaian,
sorot mata tak cukup gugah sadarkan hatimu,,,bahwa,,,,,
mata ini tak ingin kau jauh dari pandangku,,,,,,bahwa,,,,
tangan ini tak mau jauh dari jangkauanmu,,,,,,bahwa,,,,
kuping ini tak rela samar dengar suaramu,,,,,,tapi,,,,
memang waktu tak menamparmu untuk kau lekas sadari,,,,
bahwa hati ini selalu perbincangkan namamu,,,pikirkanmu,,,,
Tia,,,,,tak sedikit waktu untukku menahan sendiri,
dua tahun tak karatkan patrian namamu di hati ini,
tak ada umpama yang pantas gambarkan kagum ini,
semua terlampau "terlalu",,,berlebih untukmu,,,,,
tia,,,,,,tak mungkin sendiri kau kini,,,itu pasti,,,,
tia,,,,,,mustahil saat ini kau sepi,,,,itupun tak terjadi,,,,
ku tau,,,,,di sana seribu mata tak rela melihat tangismu,,,,,
sejuta tangan pilihan siap memeluk kesendirianmu,,,,,
Bunga kembang api,,,,,,hanya sekejap pijar eloknya,,,,,
selebihnya arang hitam membekas tak sirna,,,,,
entah maksud apa dengan tuhanku kini,,,,,,
yang beriku sesaat indah asmara denganmu,,,,,aku tak tahu,,,,,
umpama bunga kembang api,,,,,yang menyala namun tak lama,,,,,,
tia,,,,,,pulangkan rasa itu kembali,,,,,bila jari jarimu tak mampu terima,,,,,
agar ku kembali lega bernafas dari lamanya sesak mengharapmu,,,,,,
dan ku bungkus rapi semua hal tentangmu,,,,kini dan selamanya,,,,,,
denpasar
18-11-2011
(bayi solo show)
Langganan:
Postingan (Atom)


