Kamis, 30 Juni 2011
Masih pagi kau pergi
Ku bawa dan tetap ada,,,,,,,,,
di kantung baju ini wajahmu ku simpan
pucat pasi tanpa senyum sertai gontainya langkahku
mengiring saksikan aku bergelut beratnya rindu denganmu
seribu kalimat tak juga mampu tutupi sebait kata kangen ini
menghardik paksakan lamunanku hampiri sosok sahajamu ibu
tak banyak perbincangan di hati selain ungkap masa saat kau ada
di mana nasihat wejanganmu tak jemu kau taburkan di jiwaku
harapan semoga bergunanya aku untuk sesama selalu kau tanamkan
hingga waktu akhiri usiamu di umur yg semestinya belum kau sudahi
Sempat ku tanyakan pada tuhan,,,,,,,,,,,
akan protes pembelaanku terhadapmu ibu
kenapa usia tak pernah tuhan bagi rata untuk umatnya
di sana ku dengar ratusan usia masih mampu nikmati dunia
tapi kenapa tidak denganmu ibu,,,,??kenapa,,,,,??
kenapa secepat itu pintu surga kau datang dan singgahi
telah ku peras ku mohon pinta sedikit perhatian tuhan
agar keadilan usia di turunkannya untukmu ibu
aku masih ingin sedikit lebih lama rasai lembutnya jemarimu
rasa kehilanganmu telah tertumpah ibu,,,,,bersama rinduku yang membatu
tahun telah menggilas semua ibu,,,,,,,,,,
kisah hidup yang ku bawa tak sempat ku ceritakan padamu
tangis dan bahagia masih utuh di dada tak tersentuh
tempat ku tuangkan cerita tanpa pamit pulang ke surga
tinggalkan arti beban rindu yang gelanyuti hari-hariku
hebatnya siksa kehilangan belum sirna hingga kini ibu
meski telah sembuh tapi bekas akan tetap ada
tapi ikhlas berlahan ku balutkan di hati dan pikiran
semoga kau tenang di megahnya istana tuhan
maaf tuhanku,,,,tak bermaksud ku melawanmu.amin
Denpasar
30-06-2011
[bayi solo show]
Selasa, 28 Juni 2011
Waktu bawa jawabannya
Semua akan di jelaskan oleh waktu
tak perlu ku ajarkan bagaimana rasanya kehilangan
percuma ku teriak bila semua telinga tuli tak peka
menyingkir tak lagi coba sentuh kaummu
itu pilihan dari yang tak adanya pilihan lagi
tak ada ijin ku lagi untuk hatiku berburu hati
semua lelahku telah tertunduk tak bernyawa
segala letihku kian tersudut menunggu mati
Kaummu tak sisakan lagi harapan untukku
tak berbekas setitikpun meski aku butuhkan itu
semua rasa tetap tak berbeda,,,,hanya "sakit"
hati mana selamanya terima,,,bila luka tak kesudahan
berdiri sendiri dari timpaan tipu kaummu
tersengal sendiri menelan kata pahit kaummu
tapi telah di ujung semua pesakitan kini
tak akan ku robek kembali luka yang terjadi
Teramat munafik ku tampik tak butuhkan
sangat itu aku perlukan di tumpukan usia yang kian laju ini
tapi kembali ke apa yang ku dapatkan kini
semua bagai serbuk perih yang matikan hati
hingga jiwa keder mendekat apa lagi memiliki
denganku lalui jalan sendiri,,,,itu lebih baik
dari pada harap bersama tapi siksa menyapa
aku tak mau lagi,,,,,,tak ingin kembali terjadi
Denpasar
28-06-2011
[bayi solo show]
Senin, 27 Juni 2011
Ku temukan,,,,
Di balik jauhnya jarak ku menemukanmu
kau habiskan masa di kota yang berbeda
meski dibatas maya,,,,lebih dari cukup untukku bahagia
dari apa yang ku tunggu ku kais sendiri hingga kini..
tak niat ku merayu menggoda hidupmu
berikan dirimu pada hati yang mengganggu tidurmu
ku tak mau cinta,,asmara dan sejenisnya
terlalu mati rasa bathin ini ungkapkan tentang cinta
sebab berulang kecewa asmara menamparku telak di hati
dan ku ikut bahagia bila hatimu tertambat pada tempatnya
Aku hanya ingin kita bersama,,,bergandeng tangan
menuju tempat ke arah tujuan pola pikir kita yang sama
bukankah kita searah,,,??duuuuh,,, indahnya bila jemari kita tautkan
saling mengisi dari yang tak ada di masing-masing hati
saling berbagi dari bahagia yang kita temukan nanti
salahkah ku gantungkan harap di pundakmu,,,,??
terlalu lama jalan pikiran ini ku lalui sendiri
hanya bersanding sinis yang terus menghakimi
terkadang di pundak siapa berpegangpun aku tak tahu
tapi kini,,,,semoga kau sanggup ulurkan jarimu kala ku lelah.amin.
To;
SaHaBatku,,,
Wj astuty.
Denpasar
27-06-2011
[bayi solo show]
Minggu, 26 Juni 2011
Ku pagari hati
Lalu kau suruh aku bagaimana,,,?
haruskah ku ajarkan padamu bagaimana cara mencintai
yang tak hanya ucap memuja tapi tak mampu menjaga
dan yang tak harus di tanya dulu,,,,baru kau jawab cinta
bila benar itu adanya,,,umpama sekap kau simpan di balik bantal
yang tiap saat kan ledakan mimpi-mimpi kepala kita saja
semua tak harus di paksa peras hati yang nyatanya rasa itu tak kau punyai
abaikan saja bila memang namaku tak pernah singgahi mimpimu
Tak sesuatu hal kan nyaman dalam paksaan
urusan hati lahirnya dengan sendiri tak dengan siapapun
tanpa maksud meninggi hati ku mampu berburu hati
bila sekedar untuk mencari obat oles sakit hati
sedikit saja ku rapikan rambut hingga ujung kaki
mustahil wanita tak datang antri menghampiri
tapi apa nantinya ku dapati,,,,??di ujung sana kecewa menanti
sudahlah,,,,,tak sewajarnya kita lalui,,,,,lupakan saja,,,,,,,,
Mari kita praktekan untuk melupakan
agar saling muslihat tipu segera pecah tak membatu
hanya selamanya kan begini bila tetap teruskan langkah
marah,,benci,,kangen,,,semua tetap bergantungan di bahu kita
tak ada jeda tanpa belas kasihan kecamuk dada akan tetap ada
melepasmu hanya tujuanku agar kau cari cara mencinta dewasa
tanpa benci dendam ku pagari hati untuk namamu lagi
semata ku hindari sakit yang ke seribu kali darimu
Denpasar
26-06-2011
[bayi solo show]
Sabtu, 25 Juni 2011
Istirahatlah pak,,,,di luar dingin,,,,,
Maafkan pak,,,,,,harapmu belum ku genggam kini
semua masih dalam juangku untuk menuju kesana
masih jauh bahkan belum terlihat asa dan pengharapan itu
lihatlah,,,,,,aku masih berkubang lumpur debu di sini
masihlah beban penuhi kantung baju lusuh ini
bukan enggan ku beri bahagia di masa tuamu
tak juga ku berkelit untuk kau bersandar di bahuku
tapi benarlah diri belum cukup kuat untuk itu
Ku mau tawa kekehmu tetap terdengar di sana
tetaplah bergema meski tersengal dalam nafas tuamu
bagaimana aku di sini usahlah kau ingin tau
tak akan ku luangkan cerita meski kau meminta paksa
pahit getir tak ingin ku bagi bersama renta usiamu
segala jerit pekik tak ku perdengarkan untukmu
biar semua letih di lengan bahu ini,,ku kecap sendiri
satu hal mimpi dariku,,,,,ku ingin buatmu bahagia
Selayang doa puja pujiku selalu ada namamu
ku pinta sedikit perhatian dari yang ESA
agar kedamaian hati temani senja usiamu
semoga aku kokoh saat kau butuh tiang sandar
tetaplah tertawa meski aku tak bisa berbuat apa
aku tahu tak mudah untukmu lepaskan tawa
dengan bungkuk pundakmu yang beban memberati
tapi yakinlah ku kan lepaskan satu-satu beban itu.amin.
Denpasar
26-06-2011
[bayi solo show]
Selasa, 21 Juni 2011
Di atas batu ulu watu
Ku maksudkan agar kau tak lupa saja
dengan hari yang terlanjur kita jalani
meski damba indah 'birumu' tak ku dapati
setidaknya itu tujuan awalku terhadap hatimu
tapi jangan kau lena mengira ku masih memuja
meski mata terbuka tak lagi ku tergoda terpesona
Tepat di pagi ini ku pikir semua harus berhenti
240 hari ku rasa cukuplah hati menampung janji
dulu benar kita awali dengan bias semburatnya biru
tapi kini harus ku akhiri di atas kerasnya batu
tak perlu ku beritakan kabar hatiku padamu
tentang 'Penantian' yang berubah 'Melupakan'
Bulan demi bulan tak pernah gemuruh ini kau dengar
terlampau gelap ku lihat kau dari kejauhan mata
diamlah di sana dan ku diam di sini itu lebih baik
usah lagi menari nikmati taburan mimpi tak pasti
di mimpi-mimpiku pun usah lagi kau kunjungi
dan maaf bila ku tak sempat lagi sebut namamu di hariku
Denpasar
22-06-2011
[bayi solo show]
dengan hari yang terlanjur kita jalani
meski damba indah 'birumu' tak ku dapati
setidaknya itu tujuan awalku terhadap hatimu
tapi jangan kau lena mengira ku masih memuja
meski mata terbuka tak lagi ku tergoda terpesona
Tepat di pagi ini ku pikir semua harus berhenti
240 hari ku rasa cukuplah hati menampung janji
dulu benar kita awali dengan bias semburatnya biru
tapi kini harus ku akhiri di atas kerasnya batu
tak perlu ku beritakan kabar hatiku padamu
tentang 'Penantian' yang berubah 'Melupakan'
Bulan demi bulan tak pernah gemuruh ini kau dengar
terlampau gelap ku lihat kau dari kejauhan mata
diamlah di sana dan ku diam di sini itu lebih baik
usah lagi menari nikmati taburan mimpi tak pasti
di mimpi-mimpiku pun usah lagi kau kunjungi
dan maaf bila ku tak sempat lagi sebut namamu di hariku
Denpasar
22-06-2011
[bayi solo show]
Minggu, 19 Juni 2011
Ada yang tak ada di hati
Sebentar,,,!!
coba lihat awan berarak itu
bukankah itu seperti cinta buatanmu
yang kadang berbentuk segumpal indahnya hati
kadang kala berubah arakan hitam tak berarti
tiap detik tiap menit tak ada prediksi yang dapat di hargai
Sebentar,,,!!
usah marahmu memerah selalu anggap aku yang salah
bukankah kau yang hanya membunuh waktuku
selalu nikmati perhatianku tak jarang justru menepikan
masih dengan asyiknya hatimu kesana kemari kau turuti
hingga rasa hati ini kau beli dan sesukamu untuk di nikmati
Sebentar,,,!!
kenapa ada luang waktumu untuk sirami
yang setelah mekarnya hati hanya untuk kau tinggali
merawat tekun sejenak selebihnya kadang-kadang saja
kini kelopak daun bunganya tak tumbuh sempurna
masihkah kau diam,,,?ku diam kau dekat,,ku dekat kau diam
Sebentar,,,!!
mestinya bukan ini caramu beri hati untukku
entah kenapa ku percaya kau yakinkan hatiku
jalan lurus ku tinggalkan untuk ikuti kelok lakumu
ujung kisah begitu tak ku lihat di hamparan mata
entah kau ikat pancang di mana nanti hatiku,,,,aku tak tau,,,,,,
Denpasar
19-06-2011
[bayi solo show]
coba lihat awan berarak itu
bukankah itu seperti cinta buatanmu
yang kadang berbentuk segumpal indahnya hati
kadang kala berubah arakan hitam tak berarti
tiap detik tiap menit tak ada prediksi yang dapat di hargai
Sebentar,,,!!
usah marahmu memerah selalu anggap aku yang salah
bukankah kau yang hanya membunuh waktuku
selalu nikmati perhatianku tak jarang justru menepikan
masih dengan asyiknya hatimu kesana kemari kau turuti
hingga rasa hati ini kau beli dan sesukamu untuk di nikmati
Sebentar,,,!!
kenapa ada luang waktumu untuk sirami
yang setelah mekarnya hati hanya untuk kau tinggali
merawat tekun sejenak selebihnya kadang-kadang saja
kini kelopak daun bunganya tak tumbuh sempurna
masihkah kau diam,,,?ku diam kau dekat,,ku dekat kau diam
Sebentar,,,!!
mestinya bukan ini caramu beri hati untukku
entah kenapa ku percaya kau yakinkan hatiku
jalan lurus ku tinggalkan untuk ikuti kelok lakumu
ujung kisah begitu tak ku lihat di hamparan mata
entah kau ikat pancang di mana nanti hatiku,,,,aku tak tau,,,,,,
Denpasar
19-06-2011
[bayi solo show]
Selasa, 14 Juni 2011
Dia sekarat lagi [1]
Saudaraku,,,,,,,,,
kau bukan sekeras kokoh tajam karang ini
yang tak hancur berkeping di hempas ombak
kau tetap manusia dan bukan seorang malaikat
yang kan terluka meski sekalipun semut menggigit
tak jerakah tiap sudut kulit tubuhmu bersulam jahit
tiada takutkah di tiap langkahmu seribu musuh membuntuti
yang tiap saat bilah senjata mereka siap kembali merajam
bahkan mencabut nyawamu dari dendamnya hati mereka
dalam sekaratmu ku harap kau mampu dengarkan nasihatku
Saudaraku,,,,,,,,,,
terlalu lama kau bersahabat dengan kerasnya malam
terlampau indahnya denting belati dan pedang kau nikmati
tak cukupkah seribu jahitan tubuhmu menghiasi
belum puaskah kau lihat merahnya darah
cukup sudahi perangai brutalmu itu saudaraku,,,,,!!
kami semua cemas melihat hitamnya tingkah lakumu
kami semua resah dengan nama besarmu di sana
yang tiap saat ada celah untuk dendam dari musuhmu
dan terbukti,,,!!sekian kali kau terkapar di ujung parang
Saudaraku,,,,,,,,,,
apa yang di berikan duniamu yang kau arungi,,?
rumah,mobil mewahkah,,,?atau bahkan emas melimpah,,?
sadarlah hanya kecemasan dan resah kepanjangan kau sandang
hanya nama besar di kota kau kibar dan banggakan
hingga darah berulang tertumpah dari diri dan lawanmu
ku harap ini terakhir dari segala beringasnya sosokmu
kami jemu merawat sekaratmu di ranjang darurat
lekas basuh tanganmu dan tinggalkan keras duniamu
pedulinya kami hanya sebab masih ada sayang untukmu
[Untuk sekian kali sekaratnya saudaraku di ujung mata pedang]
[Mendo Dongglex]
Denpasar
15-06-2011
[bayi solo show]
kau bukan sekeras kokoh tajam karang ini
yang tak hancur berkeping di hempas ombak
kau tetap manusia dan bukan seorang malaikat
yang kan terluka meski sekalipun semut menggigit
tak jerakah tiap sudut kulit tubuhmu bersulam jahit
tiada takutkah di tiap langkahmu seribu musuh membuntuti
yang tiap saat bilah senjata mereka siap kembali merajam
bahkan mencabut nyawamu dari dendamnya hati mereka
dalam sekaratmu ku harap kau mampu dengarkan nasihatku
Saudaraku,,,,,,,,,,
terlalu lama kau bersahabat dengan kerasnya malam
terlampau indahnya denting belati dan pedang kau nikmati
tak cukupkah seribu jahitan tubuhmu menghiasi
belum puaskah kau lihat merahnya darah
cukup sudahi perangai brutalmu itu saudaraku,,,,,!!
kami semua cemas melihat hitamnya tingkah lakumu
kami semua resah dengan nama besarmu di sana
yang tiap saat ada celah untuk dendam dari musuhmu
dan terbukti,,,!!sekian kali kau terkapar di ujung parang
Saudaraku,,,,,,,,,,
apa yang di berikan duniamu yang kau arungi,,?
rumah,mobil mewahkah,,,?atau bahkan emas melimpah,,?
sadarlah hanya kecemasan dan resah kepanjangan kau sandang
hanya nama besar di kota kau kibar dan banggakan
hingga darah berulang tertumpah dari diri dan lawanmu
ku harap ini terakhir dari segala beringasnya sosokmu
kami jemu merawat sekaratmu di ranjang darurat
lekas basuh tanganmu dan tinggalkan keras duniamu
pedulinya kami hanya sebab masih ada sayang untukmu
[Untuk sekian kali sekaratnya saudaraku di ujung mata pedang]
[Mendo Dongglex]
Denpasar
15-06-2011
[bayi solo show]
Dia sekarat lagi [2]
Saudaraku,,,,,,,
tak bosankah kau lihat putihnya ruang rumah sakit
yang kesekian kali kembali kau sebagai penghuni
terbaring tak berdaya di atas mahalnya ranjang besi
terkulai lemah berhiaskan perban-perban di kujur badan
hilang lenyap sudah segala keangkeran sosokmu
musnah semua brutal liar beringasnya hatimu
berganti iba memelas tatap ragamu kini yang meregang
Saudaraku,,,,,,,,
tak ku ragukan nama besarmu di sana
bergidik hati mereka sebut sepenggal namamu
berlari sembunyi mata melihat sosokmu
bagi mereka bicara denganmu adalah masalah besar
makin semua membuatmu bangga terbang di awang
hingga bertambah liar brutalnya semua tingkah lakumu
dan karma dosapun tak pernah ada dalam kamus hidupmu
Saudaraku,,,,,,,,,
hilang ke mana nurani rasa takutmu
di mana kau letakkan iba kasihmu
semua begitu tak pernah kau miliki lagi
hingga kau junjung tinggi kerasnya malam
kau akrabi bilah parang dan pedang
dan kulitmu pun begitu bersahabat dengan tajamnya parang
yang pada akhirnya membuatmu terkapar mengerang
Saudaraku,,,,,,,,,
sangatnya aku dan kami semua harap kau berubah
kami lelah dengan ulah beringas liarmu
ingatlah masih ada hukum dan keadilan tuhan
kami pun telah jemu merawat sekaratmu
yang selalu terkapar di ujung mata bilah parang
jangan lihat kami,,,tapi lihatlah bapak kita
yang selalu resah menangis ratapi tingkah lakumu
[Untuk sekian kali sekaratnya saudaraku di ujung mata pedang]
[Mendo Dongglex]
Denpasar
15-06-2011
[bayi solo show]
Senin, 13 Juni 2011
Asmara pulsa
Sudahlah,,,,,,,
nikmati saja kisah yang ada
adanya begini dua hati dirantai kota yang berbeda
dan mesra asmara hanya tergantung di ujung telinga
hingga bilah handphon sebagai sandaran cerita kita
meski tak terbilang pulsa kita habiskan hahahaha,,,,,
Aku tahu,,,,,,,,,
rindu kitalah penyebab seringnya berseteru
aku dan kamu yang tak sanggup lagi membendung
tak mampu lagi menahan rindu yang menggunung
dan berakhir percik amarahmu yang tak berujung
tapi itulah drama dimana berdua setia ini kita junjung
Tepikanlah,,,,,,,,
segala prasangka yang merusak rasa
yakini ku sendiri tak dengan siapapun di sini
masih asli produk dari hati cinta yang ku beri
dan tak pernah ku suguhkan cinta buatan imitasi
semua masih tersimpan terjaga rapi di hati
Meskipun,,,,,,,,,
setengah-setengah kita melangkah
semua soal waktu yang menjerat leher kita
untuk mengurai pun kita sudah tak kuasa
apa lagi paksakan yang hanya celakakan cerita
percayalah,,, semua kan seindah kisah galih dan ratna
Denpasar
14-06-2011
[bayi solo show]
Minggu, 12 Juni 2011
Tapakku retak di bali
Satu waktu beradu remuknya rindu
pada sang pemberi nafas baru hidupku
tak dia atau pun para mereka-mereka
sosok yang masih ku rasa hangat peluknya 5 tahun lalu
tutur yang masih ku rasa lembutnya 5 tahun dulu
tak lagi berdaya bila bayang itu datang menegur lamunan
menjelma di sela fikiran yang mengurai seribu persoalan
tak pernah sekalipun jera atau pun trauma hati
justru hadirmu ingin ku pinta selalu di samping menemani
dan tak kuatnya ku bendung rindu ini hanya denganmu IBU,,,
IBU,,,,,,di sini ku mencetak jejak-jejak di bali
bersama mengelupasnya telapak dua kaki ini
sendiri ku paksa mengurai sumber poraknya keluarga
coba pecahkan membatunya masalah yang sangat klasik
meski ada kala tangan dan hati lemah menangis lirih
tapi itu bukan satu alasan untuk ku tinggalkan semua
beban menggantung berat di pundak lengan ini IBU,,,
satu persatu ku tanggalkan meski seribu beban belum terangkat
bukan ku menyerah pasrah kalah,,,itu tak pernah kau ajarkan
hanya ada saat keluh ini ingin termuntahkan,,,tapi pada siapa,,,??
Malam sangatlah jemu dengar rintih ini
siang pun muak melihat gemetarnya tubuh ini
tak seharusnya pada mereka ku adukan semua
tapi denganmu IBU,,,,,denganmu,,,,,,
dari itu menghebatnya rindu ini hanya untukmu
dalam resah hanya bayangmu ku mohoni pertolongan
agarnya tak bosan kau datang dampingi gelisahku
moga tak ada jemu dalam bantu tiap kesusahanku
biarpun mentari tak lagi sambangi pagi lagi
di tiap detik,,,, rindu ini tak terbendung untukmu IBU,,,,
Denpasar
12-06-2011
[bayi solo show]
pada sang pemberi nafas baru hidupku
tak dia atau pun para mereka-mereka
sosok yang masih ku rasa hangat peluknya 5 tahun lalu
tutur yang masih ku rasa lembutnya 5 tahun dulu
tak lagi berdaya bila bayang itu datang menegur lamunan
menjelma di sela fikiran yang mengurai seribu persoalan
tak pernah sekalipun jera atau pun trauma hati
justru hadirmu ingin ku pinta selalu di samping menemani
dan tak kuatnya ku bendung rindu ini hanya denganmu IBU,,,
IBU,,,,,,di sini ku mencetak jejak-jejak di bali
bersama mengelupasnya telapak dua kaki ini
sendiri ku paksa mengurai sumber poraknya keluarga
coba pecahkan membatunya masalah yang sangat klasik
meski ada kala tangan dan hati lemah menangis lirih
tapi itu bukan satu alasan untuk ku tinggalkan semua
beban menggantung berat di pundak lengan ini IBU,,,
satu persatu ku tanggalkan meski seribu beban belum terangkat
bukan ku menyerah pasrah kalah,,,itu tak pernah kau ajarkan
hanya ada saat keluh ini ingin termuntahkan,,,tapi pada siapa,,,??
Malam sangatlah jemu dengar rintih ini
siang pun muak melihat gemetarnya tubuh ini
tak seharusnya pada mereka ku adukan semua
tapi denganmu IBU,,,,,denganmu,,,,,,
dari itu menghebatnya rindu ini hanya untukmu
dalam resah hanya bayangmu ku mohoni pertolongan
agarnya tak bosan kau datang dampingi gelisahku
moga tak ada jemu dalam bantu tiap kesusahanku
biarpun mentari tak lagi sambangi pagi lagi
di tiap detik,,,, rindu ini tak terbendung untukmu IBU,,,,
Denpasar
12-06-2011
[bayi solo show]
Gadisku
***
Yang pasti,,,,,,,,
sulitnya menggoda merebut hatimu
entah tangan siapa yang begitu kuatnya cengkeram hatimu
hingga sedikit geming pun tak terjadi hingga kini
kata-kataku kau anggap hamburan sampah
manis puja pujiku terbalas sumpah serapah
tak enak memang menerima,,meski lapang dada
tapi adanya fikiran bukankah untuk bermimpi,,?
tak terkecuali bermimpi miliki sepenuhnya kamu
tapi yang ku tahu,,tak mudah raih peluk hatimu
Coba lihatlah,,,,,,,,,
dinding kelopak mataku masih ada senyummu
yang seakan mengajakku bernyanyi menari salsa
dan coba raba rasakan ada apa di dada ini
pasti kau rasa,,bahwa ada cintaku yang tak pudar
semestinya kaupun tau mana tulus mana akal bulus
hingga mungkin ada pertimbangan untuk goda rayuku
biar saja kagumku tak kau hirau dalam tawa candamu
nantinya juga kau akan mengerti walau tak saat ini
bahwa di sini ada bilah cinta yang tak pernah mati
Denpasar
12-06-2011
[bayi solo show]
Yang pasti,,,,,,,,
sulitnya menggoda merebut hatimu
entah tangan siapa yang begitu kuatnya cengkeram hatimu
hingga sedikit geming pun tak terjadi hingga kini
kata-kataku kau anggap hamburan sampah
manis puja pujiku terbalas sumpah serapah
tak enak memang menerima,,meski lapang dada
tapi adanya fikiran bukankah untuk bermimpi,,?
tak terkecuali bermimpi miliki sepenuhnya kamu
tapi yang ku tahu,,tak mudah raih peluk hatimu
Coba lihatlah,,,,,,,,,
dinding kelopak mataku masih ada senyummu
yang seakan mengajakku bernyanyi menari salsa
dan coba raba rasakan ada apa di dada ini
pasti kau rasa,,bahwa ada cintaku yang tak pudar
semestinya kaupun tau mana tulus mana akal bulus
hingga mungkin ada pertimbangan untuk goda rayuku
biar saja kagumku tak kau hirau dalam tawa candamu
nantinya juga kau akan mengerti walau tak saat ini
bahwa di sini ada bilah cinta yang tak pernah mati
Denpasar
12-06-2011
[bayi solo show]
Rabu, 08 Juni 2011
Surat untuk tuhanku,,,,
***
Dan,,,,,,,
tak hanya mereka tuhan,,,akupun ingin mengecapnya
sebuah rasa yang aku perlukan agar hati ini mampu tersenyum
selamanya sangatlah bosan terpekur hanya melihat tak merasakan
sendiri di tepi gelisah merasai adilmu yang tak pernah rata kau bagi
terduduk di sudut nikmati sepi dalam bahagia orang-orang di sana
tak pernah ku marah salahkan keadaan yang jadi bagianku kini
meski seribu hari bahkan hingga ajal nanti tetap ini jatah yang kau beri
berontakpun hanya akan letih dan lumpuhkan langkah sendiri
dan jalani ini adalah pilihan di antara yang tak ada pilihan lagi
Tuhan,,,,,,,
sejuta malam hanya ku isi keinginan-keinginan
hingga kini ada ataukah tak ada realisasi darimu untukku
hati yang junjung tinggi norma-norma ajaran wajibmu
dan suburnya keyakinan yang tumbuh di jiwaku tentangmu
tentang kau yang maha adil,pengasih dan penyayang
tapi tanpa reaksi kau melihat aku yang menyandang beban ini
semua mata hanya bisa melihat bahkan menghakimi tanpa mau mengerti
segalanya makin tenggelamkan aku dalam ketidak berdayaan
maaf tuhan,,,tak maksud salahkan atau menuntutmu,,,maaf
Sekedar saja,,,,,,,
bertanya tanpa memaksa untuk kau beri segera jawaban
belum pantaskah kau lihat aku untuk kecap bahagia seperti mereka
tiada hak kah untuk aku kau basahi tetes bahagia darimu
salahkah ku tanyakan tentang bagianku yang ku rasa tak adil ini
bilanya benar salah mohon maaf dan ampuni hamba
semata hamba sangat merasa letih dengan keadaan ini
yang seakan untuk sebuah senyumpun harus ku paksakan
yang tertawa tercipta sebatas menghargai mereka saja
tuhan,,,maaf bila terus terang ku minta jatah bahagiaku darimu.
Denpasar
09-06-2011
[bayi solo show]
Kamis, 02 Juni 2011
aah,,,kenapa ini,,??
***
Arrrrrrrgh,,,,,,,,,,
aah sangatnya senyum itu masih di sini
merasuk kulit menembus daging dan hinggap di otakku
apapun cara ku rasa sulit sirnakan sosok dan senyuman itu
ku anggap dia berdosa sebab dia hadirkan wujud indah di depanku
yang nyata-nyata membuatku kepayang terbayang-bayang
begitu menghebat siksa atas kelebat datangnya dia
hingga waktu ingin ku putar untuk kemarin saja saat kau datang
sebentar memang,,,namun seribu tahun ku perlukan waktu tuk lupakan
tak gampang hapus lenyapkan sesuatu tentang indah dirinya
Waktu terus menggeliat berlalu,,,,,,,,,,,,
angin mesra begitu lembut kau hembuskan
hingga terpercik sedikit damba yang sedikit ragu terucap
bertemu dan bicara ialah hasrat yang ingin tersampaikan
arrrrrrgghhh,,,,,betapa semua ini sangat membunuh keji hatiku
waktu berlahan berjalan tanpa peduli yang di sini terperih
membendung ingin yang tersumbat untuk terucap
menahan riuh golak asmara yang masih tertahan dalam benak
hmmm,,,,jujur sebenarnya diri lelah dan ingin lekas rehat
dari goda dan perkara soal wanita.
Apa mungkin sama,,,,,,,,,,,,
yang pada akhirnya kan tinggalkan berlari
akan hanya kian menjauh tak datang lagi
entahlah,,,,,hanya berjurus terka yang ku punya
dengan taruhan kecewa bilanya terka melesat salah
mungkin tak perlu berandai-andai tentang dirinya
terlalu uzur ku rapatkan perbedaan yang ada
dengan usia yang menumpuk berbagi dalam belianya
suatu kata "pasti" yang susah terjadi dan terlaksana
tapi kan ku nikmati bila ini hanya ijinmu ku bermimpi.
Denpasar
02-06-2011
[bayi solo show]
Arrrrrrrgh,,,,,,,,,,
aah sangatnya senyum itu masih di sini
merasuk kulit menembus daging dan hinggap di otakku
apapun cara ku rasa sulit sirnakan sosok dan senyuman itu
ku anggap dia berdosa sebab dia hadirkan wujud indah di depanku
yang nyata-nyata membuatku kepayang terbayang-bayang
begitu menghebat siksa atas kelebat datangnya dia
hingga waktu ingin ku putar untuk kemarin saja saat kau datang
sebentar memang,,,namun seribu tahun ku perlukan waktu tuk lupakan
tak gampang hapus lenyapkan sesuatu tentang indah dirinya
Waktu terus menggeliat berlalu,,,,,,,,,,,,
angin mesra begitu lembut kau hembuskan
hingga terpercik sedikit damba yang sedikit ragu terucap
bertemu dan bicara ialah hasrat yang ingin tersampaikan
arrrrrrgghhh,,,,,betapa semua ini sangat membunuh keji hatiku
waktu berlahan berjalan tanpa peduli yang di sini terperih
membendung ingin yang tersumbat untuk terucap
menahan riuh golak asmara yang masih tertahan dalam benak
hmmm,,,,jujur sebenarnya diri lelah dan ingin lekas rehat
dari goda dan perkara soal wanita.
Apa mungkin sama,,,,,,,,,,,,
yang pada akhirnya kan tinggalkan berlari
akan hanya kian menjauh tak datang lagi
entahlah,,,,,hanya berjurus terka yang ku punya
dengan taruhan kecewa bilanya terka melesat salah
mungkin tak perlu berandai-andai tentang dirinya
terlalu uzur ku rapatkan perbedaan yang ada
dengan usia yang menumpuk berbagi dalam belianya
suatu kata "pasti" yang susah terjadi dan terlaksana
tapi kan ku nikmati bila ini hanya ijinmu ku bermimpi.
Denpasar
02-06-2011
[bayi solo show]
Langganan:
Postingan (Atom)





