Bayi Solo

Sabtu, 30 April 2011

Titip ibu di surgaMU

***
Bertahun semakin kau tinggalkan anakmu
betapa semua tertahan terhalangku oleh alam surgamu
kerinduan merajam hebat akan sosok sahajamu
dalam bilik tempat dulu engkau tidurkan aku di pangkuanmu
di atas reotnya ranjang tempat dulu kau dongengkan aku
mustahil semua terulang lagi meski hati ingin masa itu kembali


Sangatlah rindu dua kuping ini mendengar petuah nasehatmu
begitu kangennya kepala ini kau usap penuh kasih tanpa pamrih
dan teramat inginnya diri ini akan cerita pengharapanmu padaku
agar kelak ku berguna bagi sesama dan jauh dari lembah kesusahan
semua masih tertera jelas dalam ingatku dan tak hilang satu katapun
di mana lagi semua ku dapati dan masa yang mana bisa hadirkan cerita sama


Waktu tetaplah waktu,,,,,,,
tak kan berhenti mengalir melibas kenangan bersamamu dulu
tak kuasa ku tahankan sang waktu agar semua masih terjaga
dan kehendak illahi mengajakmu pergi tinggalkan cerita lalu
doa serta keikhlasanku mengawalmu menuju pintu surga
meski jujur ku masih ingin rasakan tertidur dalam pangkuanmu
[Ku titipkan ibuku di surgaMU,,,,,,,,,,,]

                                                             Denpasar
                                                           01-05-2011
                                                        [bayi solo show]





Sang perawat rindu

 ***
Entah salah siapa,,,,,,
saat berbulan-bulan ku tak mampu menatap matamu lagi
hanya membayang semua tentangmu tanpa bertemu
terasa begolak riak di hati dalam merawat rindu yang kian menjadi
bagai diri benar telah kau hakimi dengan langkahmu pergi


Manusiawikah,,,,,,
bila akhir dari rindu ini selalu hujan di ujung kelopak mata
gemetar jemari mengelus lembut dua lembar foto darimu
yang itu tak pernah jadi pengobat akan hati yang ingin bertemu
telah kau suntikan kerinduan yang tak berpenawar lagi


Dalam berjuta malam,,,,,,,
ku lantangkan butir doa di sela suasana hati yang berliku
meski ku tau jarak dan waktu selalu menjadi pengganggu
dan tak ku bantah bahwa tangan ini selalu ingin dekap erat ragamu
dalam sesak berkepanjangan menanti hatimu


                                               Denpasar
                                            30-04-2011
                                         [bayi solo show]

Jumat, 29 April 2011

Di tengah cerita

***
Padamulah ku mohoni mentari pagi ini
agar benderang semua gelap tentangnya di sana
jangan kau berkulum mendung dan gelap hari ini
tak rela bila masih juga ku meraba siapa isi hatinya
yang sangatlah itu menjadi beban tanya benakku

Dan sejenak janganlah mega merubah mendung
biarkan mentari sedikit terangi akan kisah ini
agar jelas dia membaca lirih doa untuk dirinya
yang nantinya titik terang akan jelas tertera
di celah diam dan sifat kalem lembutnya

Meski entah kau rasai atau tidak
di tengah hidangan lembaran kisah kita
telah terukir pahatan luka di hati yang mendamba
sedari itu semoga cerita segera tersampaikan
bahwa hadirnya ku pinta mampu menyeka duka

Tak mudah adanya mengulur tangan gapai hatimu
harus kuatkan kepal genggam kesabaran jiwa
bersama antrian usia yang semakin menumpuk
terus jiwa terlumuri isyarat balutan rindu
ku tetap kan berimu doa meski selalu kau tepikan hatiku

                                                 Denpasar
                                               30-04-2011
                                             [bayi solo show]

Tak ku ijinkan

***
Elok kelok pematang sawah
indah alam panorama baliku
jangan kau rampas oleh nafsumu
usah kau usik dengan akal bulusmu
biarkan tetap hijau dan menyubur selalu


Jauhkan otak kotormu dari baliku
buanglah rencana konyol cerdikmu
tak ingin ku dengar segala niat busukmu
yang hanya kan sengsarakan anak cucuku
biarlah generasiku menikmati alamku ini


Kau susun di buku rencana otakmu
untuk merubah dan menyulap alamku
kau coba menanam bangunan megah
bercocok tanam vila-vila indah
di atas surga alam baliku

                                          Denpasar
                                        29-04-2011
                                     [bayi solo show]

Jangan pernah jauh

***
Melambai gaun putih berpadu ungu dari kejauhan pandangku
itulah kamu yang begitu tebarkan pesona di ujung sana
hingga ke dua bola mata ini selalunya menunggui senyum itu
tak banyak yang ku lakukan selain menatap di balik kaca
karna hingga kini masih jua kau tersipu malu di depanku

Tak mengapa bila kau tak menyapa saat di depan mata
dan aku pun selalu bisu saat kau lewat di depan hidungku
semua hanya karena kita masih bernaung sungkan dan malu
tapi semoga kakunya suasana segera mencair seiring waktu
sebab ku tau kitapun tak ingin selamanya dalam rasa beku


Di ujung baris toko itu aku yakini akan sosokmu di sana
jiwa nan ramah dan pesona yang sangatlah bersahaja
itu semua kau bungkus dalam satu kata sederhana
tak salah kurasa bila hati timbul simpati untukmu
dan sangatlah patut bila kau ku sebut sahabat yang imut
[Jangan pernah berubah sahabatku,,,aku butuhkanmu selalu]


                                                           Denpasar
                                                         29-04-2011
                                                      [bayi solo show]





Kamis, 28 April 2011

Mati suri

***
Bayangan rembulan selaksa rupa indahmu
kala kulit tubuh berlumur debu dan daki
ku tak pernah peduli untuk terus teriakan
teriakan "jangan pergi"dari sampingku
hingga suarapun hilang di lahap sang malam


Sejenak ku benci ego aroganmu
sesaat ku lelah akan semua tingkahmu
kau buat ngilu seluruh sendi raga dan hati ini
tiada ampun terus kau paksa aku mengejar jejakmu
sedetik ku pasrah pada malam dan rembulan


Tak ingin ada pisah terjadi di sini
tapi ini harus ku rasai sendiri tanpa kau mau mengerti
melati yang tumbuh di hati tak ada tetes siramanmu lagi
jangankan kau dekati lagi toleh pun tiada pernah lagi
terkadang "mati suri"hati ini merawat hatimu


                                                    Denpasar
                                                 28-04-2011
                                              [bayi solo show]

Masih di sini

*** 
Gamang dalam langkah tapaki jejakmu
di bentangan nirwana hanya gambarmu terpampang
di sudut langit wajahmu tersenyum merayu hati
memaksaku terus mencari di tiap sisa hidupku
seakan alam berdinding wajahmu seorang
tanpa ada celah untuk tak ada wajah dirimu


Sesaat rindu itu indah bagimu sayang
tapi buatku laksana bisa meracuni nurani
di siang selalu gelap di malam selalu pekat
dan langit bagai beratap rona wajahmu
anginpun seakan membisik lembut suaramu
angan dan pikiranku kuat terikat rasa kerinduan


Di rautmu teramat yakinkan aku
akan satu hal ketabahan menunggui
suaramu betapa paksakan aku untuk terus menanti
hingga tak ada celah sempit untuk bilah hati lain
berdirinya ku di sini hanya kerenamu
kuatnya ku selama ini di sini sebab olehmu
[entah mengertikah kamu,,,,,,,,,]


                                           Denpasar
                                        28-04-2011
                                      [bayi solo show]

Rabu, 27 April 2011

Kerena ku setia

***
Seringnya duga prasangka menggoda kesabaran
ketika menafsirkan tentang semua yang kita jalani
satu hubungan yang belum terikat dengan pasti
sudah seringnya saling melukai bahkan melupai
namun semua masih ku tabahkan demi hatimu


Hanya masih ku pertahankan sulaman janjimu
agar kelak terwujud singgah di lembah keindahan
yang dulu sering kau ucap dan janjikan untukku
dan segeralah jemarimu merealisasi harapanku
agar musnah tenggelam segala prasangka tentangmu


Dan walau nanti akan banyak tangan coba robohkan kita
sekuat tangan ini akan pertahankan kokoh tiang hati kita
kerena masih ingin ku pandang kembang-kembang 
di pelataran hatimu dan ku ingin selamanya tak melayu
kan ku pagari dan jagai selalu dan selamanya


Semua demi kau,,,,,,,,
"Kerena ku tetap setia dalam pelukan rindu"


                                                 Denpasar
                                              28-04-2011
                                           [bayi solo show]

Selasa, 26 April 2011

Semoga kau bawa kisah biru

***
Telah sampailah kaki dalam simpang keraguan
saat dalam hening suaramu kembali memecah hati
ku masih terdiam kala kau kembali bertandang
ku masih tertegun saat kau kembali hadir bertamu
entah apa kalimat untuk sambut kebimbangan ini

Mestinya menangis ataukah terbahak girang
harusnya merintih ataukah melega hati
ketika berbulan-bulan berpayung resah
seketika bayangmu berjanji menjelma kembali
dengan untaian kata kau coba balut lukaku


Kuhimpun doa ku pinta kekuatan dariNYA
bismillah mengawali ucap pertamaku untukmu
agar tak kembali kau pahat perih hati ini
dan tandangmu semoga membawa kisah biru
kini kembali tumbuh percayaku yang dulu mati
[selamat datang cinta,,,,,]


                                             Denpasar
                                           27-04-2011
                                        [bayi solo show]



Jumat, 22 April 2011

Dalam masanya nanti.....

*****
Bila tiba masanya.......
bias cahaya naungi jiwa ini
ku pastikan pendarnya sinarimu
agarnya selamanya benderang temani hidupmu
maka jangan sembunyikan wajah itu dariku
tetaplah di depan dan di sampingmu biarlah aku
ijinkan aku ada dalam tiap perih tawamu
biarkan ku robek lembar-lembar suram benakmu



Dan bila masih kau sembunyi........
relakan aku sekedar berbagi hati denganmu
salahkah bertanam kenangan bersamamu
kelirukah menabur bulir cerita untuk kau dan aku
hanya tentang rasa kita yang tak selalu menjaga
tentang kita yang selalu menentang perbedaan
tentang kita yang selalu menjujung tinggi sang ego
dan tentang kita yang tak pernah bisa merapikan kisah




Entahlaaaah..........
pastinya sepicing mata kau melihat
dalam lamanya masa tak jua kau temukan makna
hanya sebatas cerita pena di atas kertas
yang hanya kan berakhir dalam pembakaran hatimu
tapi tetap kan ku baitkan dalam kulit ari
agar kelak kau mampu bisa mengerti
akan sebuah bentangan benang merah


                                   bayi solo
                                21-04-2011
                             [bayi solo show]



Sabtu, 09 April 2011

Tanpa tapi dan kenapa

*****


Di mana letak tempatnya
satu cinta yang tak kenal dusta
tak dusta akan kalimat dan kata
tiada dusta oleh laku dan perbuatan
selalu jujur di tiap tapak menapaki


Sekali lagi tanya merajam
di mana cinta yang tak mengeluh
tak mengeluh akan perbedaan
tiada mengeluh oleh bentuk dan rupa
selalu bergelanyut sandar di dada


Terakhirnya tanya ini
di mana cinta yang tak bertangis
tak menangis akan kecemburuan
tiada menangis oleh suatu yang melukai
selalu senyuman menghias indah


                                     Denpasar
                                   10-04-2011
                                  [bayi solo sow]



Kamis, 07 April 2011

Mawar Hitam

*****
Memaku gambarmu dalam bilik penuh haru
dalam celah harap yang kian tergigit waktu
masih saja ada ingatmu terhadap aku yang lupakanmu
di hati yang kau bunuh tetap saja harapmu menumbuh
entah pandang sudut mana untuk artikan tentangmu


Tak pernah sebuah pelipur lara akan gambar itu
hanya mencungkil luka yang sedikit menganga
pose manjamu tak ubahnya getir yang menamparku
senyum manismu tak lain suntikan bisa empedu
yang hanya lumpuhkan senyumku esok hari


Dulu benarlah khayalku meninggi denganmu
kini hanya di batas fotomu ada bersamaku
akan masih kau rasa indah cemara hati ini
bilanya lalu kau sanggup jagai dan sirami
tapi kini meranggas menunggu rengas
tiada menangkai daun tak lagi hijau "Sempurna"


                                                 Denpasar
                                               07-04-2011
                                             [bayi solo show]

Rabu, 06 April 2011

Cinta Hitam

                                                                                                                                                             
                                                                                                                                                                  Berlahan kau binasakan tali "Percaya" ini
dengan seribu ragam alasan tak lurus lagi kau menjalani
percik berlahan kau menabur dusta di sela asmara
titik hitam yang berlahan merubah keadaan suram
sekali dua kali ku berdiam diri karna lampau sayangi
sehari dua hari ku ampuni sebab sangat mencintai


Mungkin kini tidak lagi hati harus melindungi
meluber cawan hati tampung segala dustamu
tak tercukup besar akan kesabaran denganmu
tak melapang dada hadapi semua tingkahmu
waktu telah tunjukan jawab tentangmu
ini saat harus akhiri sebuah "Cinta hitam"


Air mata bukan alat pengiba diri
bukan pula tongkat untuk membela diri
tak akan kau temui lagi kunci hati ini
rapat menutup untuk sang peracun hati
carilah sang pengadil akan kemelut ini
hanya kan berimu "Vonis"tak berampun
[Maaf kasih,,,,kau salah hati]


                                           Denpasar
                                         06-04-2011
                                       [bayi solo show]

Selasa, 05 April 2011

Biarlah rinduku mengindah di hatimu

                                                                                                                                                                                                                                   Biarlah..........
jangan kau usik purnama rindumu
jagalah dalam semayam sepanjang hidup
resapilah di tiap detak alur nadimu
hayatilah setiap aliran rasa yang tertahan
semua patut kau banggai bahkan sanjungi


Biarlah...........
biarlah rinduku mengindah di hatimu
bertemu tak selalu buncahkan kalbu
berjumpa bukan selamanya wujudkan asa
cukup segala dengan lalui kerelaan hati
niscaya semua akan hadirkan cinta hakiki


Biarlah............
biarlah sedetik menyakiti
kan seribu tahun indah menikmati
segores sakit nantinya tinggalkan bahagia
kecewa luka sekejap membuncahkan jiwa
andai kau mampu renungi dan pahami
"Bila kau bisa....."


                                          Denpasar
                                        06-04-2011
                                      [bayi solo show]

Senin, 04 April 2011

Menanti matahari di bali

                                                                        "--------------"
Sementara di mana harus di sandarkan
rangkai talian peristiwa yang berdebu
di awan sepertinya dia enggan
di langit sepertinya dia berkelit
masih di hati segalanya terpatri


Bilanya ini takdir adanya
usah cari lagi akan hadir ini
telah ku tinggali buatmu satu tragedi
agar nantinya kau mampu "Menghargai"
dan tak akan mampu kau teriakan hilangku


Waktu hanya jembatan buat berpindah
sebab tak mungkin diam tanpa langkah
terdengar apa bila bahasa tak lagi terdengar
hanya ucap kian tak sempurna adanya
tak ada ku anggap kau buah "Segalanya"
tepatnya hanya "Sementara"

                                          Denpasar
                                        04-04-2011
                                      [bayi solo show]

Sabtu, 02 April 2011

Bunga telek

                                                                                                                                                                                                                                                           Usah lagi di ratap sedu
tak ada lagi hati yang ku tunggu
biarlah pagi dan malam ku bisu
teruskan langkahmu bersama amarah
riuh kan bersanding denganmu selamanya


Dan begitu juga aku
diam berlahan ku lepas genggamanmu
tak terpikir lagi ingin di pahami
apa lagi mengharap hati yang tak mengerti
tepat dini hari sebait mimpi telah pergi


Ku aksarakan semua di fb
yang sangat setia tampung segala rahasia
dari hati ke hati bahkan mimpi ke mimpi
dialah yang sanggup setia hingga kini
tiada keluh terdengar tapi bisa senangkan aku


Aku bosan di caci maki
oleh senyum-senyum rahasia
yang sepertinya mau mengertikan ku
tapi akhirnya ku tau malah lukai jalanku
sungguh terlalu bunga-bunga telek ku


                                       Denpasar
                                    03-04-2011
                                 [bayi solo show]

Bayang Simpati

                                                                         Membayang sekedarnya tangan lembut itu
menyentuh halus dalam ruang penuh batas
tak tersentuh walau hadir tepat di mata
tiada tersambut meski mengusap di hati
dalam harapnya menguap satu keinginan
tak akan pernah lewati bentang batas ini

Rentan sang waktu tak pernah ada janji
masapun belum pasti akan tawarkan asa
semua akan seperti ini,,,"Membayang"
kejelasan hanya ada di tingkah perbuatan
tak pernah tersusun rapi dalam putihnya hati
meski entah jujur belum sepenuhnya pasti

Separoh hati juga tak menanti
akan sebuah perubahan penuh arti
justru menjadikan lawan dalam buah tanya
apakah hanya itu selamanya,,,??
untuk hati yang telah tergerus "Rasa"
meski pelan,tapi begitu pasti menawarkan 
sebuah "Simpati Dalam Bayangan"


                                    Denpasar
                                  02-04-2011
                                [bayi solo show]