Bayi Solo

Sabtu, 21 Mei 2011

Menjilat mentari bali

***
Biasnya malu-malu sembunyi di balik sisa awan semalam
sebentar benderang sebentar meredup di balik hitamnya 
masih juga awan hitam tak mau pulang sekedar rehat
dari letihnya semalam payungi mendung di langit bali
bergegaslah beranjak dari hangatnya mentari pagi ini
biarkan bumi dewata sejenak menggeliat resapi hangatnya
bukan hanya mendung hujanmu yang kami butuhkan
cahaya pagi juga kami perlukan untuk raga yang menggigil
relakan biasnya kami hirup hingga ke sumsum hati
ijinkan sinarnya cairkan selimut beku di lapis kulit kerut kami

Cepatlah hadirkan sinaran mentarimu itu
usah lagi hirau mendung yang mengganggumu
apa lagi malu meragu dari mendung yang tak tau malu
lihat bibir kami yang membiru di atas bumi bali ini
tengok raga-raga kami yang kaku dingin bak mayat hidup
semua wajah insan menengadah menunggumu cemas
sedikit ragu di hati mereka akan sinaranmu di hari ini
merekan takut kau mengalah pasrah pada mendung
hingga ini hari hanya terisi gelap dan berakhir hujan
tapi kami harap langit adil hingga mentari mengindah pagi ini


                                                        Denpasar
                                                      22-05-2011
                                                   [bayi solo show]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar