Selasa, 14 Juni 2011
Dia sekarat lagi [2]
Saudaraku,,,,,,,
tak bosankah kau lihat putihnya ruang rumah sakit
yang kesekian kali kembali kau sebagai penghuni
terbaring tak berdaya di atas mahalnya ranjang besi
terkulai lemah berhiaskan perban-perban di kujur badan
hilang lenyap sudah segala keangkeran sosokmu
musnah semua brutal liar beringasnya hatimu
berganti iba memelas tatap ragamu kini yang meregang
Saudaraku,,,,,,,,
tak ku ragukan nama besarmu di sana
bergidik hati mereka sebut sepenggal namamu
berlari sembunyi mata melihat sosokmu
bagi mereka bicara denganmu adalah masalah besar
makin semua membuatmu bangga terbang di awang
hingga bertambah liar brutalnya semua tingkah lakumu
dan karma dosapun tak pernah ada dalam kamus hidupmu
Saudaraku,,,,,,,,,
hilang ke mana nurani rasa takutmu
di mana kau letakkan iba kasihmu
semua begitu tak pernah kau miliki lagi
hingga kau junjung tinggi kerasnya malam
kau akrabi bilah parang dan pedang
dan kulitmu pun begitu bersahabat dengan tajamnya parang
yang pada akhirnya membuatmu terkapar mengerang
Saudaraku,,,,,,,,,
sangatnya aku dan kami semua harap kau berubah
kami lelah dengan ulah beringas liarmu
ingatlah masih ada hukum dan keadilan tuhan
kami pun telah jemu merawat sekaratmu
yang selalu terkapar di ujung mata bilah parang
jangan lihat kami,,,tapi lihatlah bapak kita
yang selalu resah menangis ratapi tingkah lakumu
[Untuk sekian kali sekaratnya saudaraku di ujung mata pedang]
[Mendo Dongglex]
Denpasar
15-06-2011
[bayi solo show]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar