Bayi Solo

Selasa, 14 Juni 2011

Dia sekarat lagi [1]

Saudaraku,,,,,,,,,
kau bukan sekeras kokoh tajam karang ini
yang tak hancur berkeping di hempas ombak
kau tetap manusia dan bukan seorang malaikat
yang kan terluka meski sekalipun semut menggigit
tak jerakah tiap sudut kulit tubuhmu bersulam jahit
tiada takutkah di tiap langkahmu seribu musuh membuntuti
yang tiap saat bilah senjata mereka siap kembali merajam
bahkan mencabut nyawamu dari dendamnya hati mereka
dalam sekaratmu ku harap kau mampu dengarkan nasihatku

Saudaraku,,,,,,,,,,
terlalu lama kau bersahabat dengan kerasnya malam
terlampau indahnya denting belati dan pedang kau nikmati
tak cukupkah seribu jahitan tubuhmu menghiasi
belum puaskah kau lihat merahnya darah
cukup sudahi perangai brutalmu itu saudaraku,,,,,!!
kami semua cemas melihat hitamnya tingkah lakumu
kami semua resah dengan nama besarmu di sana
yang tiap saat ada celah untuk dendam dari musuhmu
dan terbukti,,,!!sekian kali kau terkapar di ujung parang

Saudaraku,,,,,,,,,,
apa yang di berikan duniamu yang kau arungi,,?
rumah,mobil mewahkah,,,?atau bahkan emas melimpah,,?
sadarlah hanya kecemasan dan resah kepanjangan kau sandang
hanya nama besar di kota kau kibar dan banggakan
hingga darah berulang tertumpah dari diri dan lawanmu
ku harap ini terakhir dari segala beringasnya sosokmu
kami jemu merawat sekaratmu di ranjang darurat
lekas basuh tanganmu dan tinggalkan keras duniamu
pedulinya kami hanya sebab masih ada sayang untukmu

[Untuk sekian kali sekaratnya saudaraku di ujung mata pedang]

[Mendo Dongglex]                                   
                                                              Denpasar
                                                            15-06-2011
                                                          [bayi solo show]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar