Memaku gambarmu dalam bilik penuh haru
dalam celah harap yang kian tergigit waktu
masih saja ada ingatmu terhadap aku yang lupakanmu
di hati yang kau bunuh tetap saja harapmu menumbuh
entah pandang sudut mana untuk artikan tentangmu
Tak pernah sebuah pelipur lara akan gambar itu
hanya mencungkil luka yang sedikit menganga
pose manjamu tak ubahnya getir yang menamparku
senyum manismu tak lain suntikan bisa empedu
yang hanya lumpuhkan senyumku esok hari
Dulu benarlah khayalku meninggi denganmu
kini hanya di batas fotomu ada bersamaku
akan masih kau rasa indah cemara hati ini
bilanya lalu kau sanggup jagai dan sirami
tapi kini meranggas menunggu rengas
tiada menangkai daun tak lagi hijau "Sempurna"
Denpasar
07-04-2011
[bayi solo show]



Tidak ada komentar:
Posting Komentar